Informasi Film Terbaru

Gala Premiere Autopsy: Dead Body Can Talk Bertabur Bintang Di Hari Polisi Wanita

Gala Premiere Autopsy: Dead Body Can Talk Bertabur Bintang Di Hari Polisi Wanita

Gala Premiere Autopsy: Dead Body Can Talk Bertabur Bintang Di Hari Polisi Wanita

Karya Ozan Ruz yang dipuja puji
Jakarta- Tidak hanya bintang dua juga para pamen dari kepolisian, hadir juga para mega star perfilman nasional, Selasa (1/9) bertepatan Dirgahayu Polwan- Polisi Wanita ke-78. Tepat sekali Dr. Sumy Hastry Purwanti menjadi panutan yang sudah bintang satu bagi para polwan.

Hastry, adalah lulusan SEPA Polri 1998 berpengalaman dalam bidang Kedokteran Kepolisian (Dokpol). Jabatan terakhir jenderal bintang satu ini adalah Tenaga Dokkes Investigasi Kepolisian Utama Tk. II Pusdokkes Polri.

Ia merupakan Polwan pertama di Asia yang bergelar Doktor Forensik.
Selain dari kepolisian juga tampak hadir John De Rantau, Wulan Guritno, Aditya Gumay, Adisurya Abdi, Ronny Irawan, Lia Marlia, Josh Tarigan, Archery Hekagery, Dedy Mercy, Yan Widjaya, Ipik Tanoyo, Baim Wong dan masih banyak lagi dari semesta DemiFilm Indonesia sebagai stakeholder BPI -Badan Perfilman Indonesia.

Kali ini Ozan usung film forensic psychological thriller.

Sinopsis:
Cerita film ini terinspirasi dari kisah nyata perjalanan karier dokter spesialis forensik kepolisian Indonesia, Dr. Sumy Hastry Purwanti.

Mengisahkan Hastry yang berupaya mengungkap kebenaran di balik kematian tidak wajar melalui petunjuk pada jasad korban ketika saksi memilih bungkam.

Redaksi menemui Masayu Anastasia memastikan salut dan bangga didaulat mami Jenderal Dr. Sumy Hastry bersama Samuel Rizal sebagai Harry bersama dengan Teuku Rifnu Wikana sebagai Rendra, Ge Pamungkas sebagai Mojo juga ada Riyuka Bunga sebagai Yatna bersama Indra Frimawan sebagai Warji, Abdurrahman Arif, Nagra Pakusadewo, Zidni Hakim sebagai Yono, Andrew Suleiman sebagai Choii dan lainnya.

“Ini lebih dari sekedar berkutat pada cerita dokter forensik tapi tauladan dari perempuan yang punya empati dan hati nurani. Penonton akan raih tauladan dan nilai empati ini dalam dirinya sebagai manusia biasa.

Menolong orang dengan kebaikan yang tulus, saya berterima kasih kepada dr Hastry dan film ini siap tayang Kamis 3 September mendatang,” jelas Ozan yang saat ini sedang editing film berikutnya Kapal Terbang ‘The Hijack 1981’ siap tayang awal 2027.

Dr. Hastry yang sumringah dan mendekap karangan bunga untuk para tamu akui nilai edukasi dan ia memuji gestur dan cara dari Masayu yang mirip dia.

Saat redaksi bersua dengan Teuku Rifnu Wikana yang berperan sebagai polisi Rendra memuji kinerja petugas kepolisian yang selalu presisi bekerja dengan bukti ilmiah.

Pengamat perfilman senior dan sutradara Adisurya Abdi menuliskan tiga hal untuk film Ozan ini di wag DemiFilmIndonesia.

Film Autopsy, Ozan memilih tema yang punya identitas.
1. Di tengah banyaknya film Indonesia yang bergerak di wilayah horor, komedi, drama keluarga, dan kriminal konvensional, Autopsy mencoba membangun wilayahnya sendiri: forensic psychological thriller. Itu keputusan kreatif yang sehat.
2. Ilmu pengetahuan dijadikan sumber ketegangan.Ini menarik.

Biasanya ketegangan dibangun dengan hantu, pembunuh, kejar-kejaran atau jumpscare. Ozan justru mencoba membuat penonton tegang melalui proses membaca bukti.

Ketika sebuah lebam atau luka mempunyai arti, penonton diajak ikut menjadi penyelidik.

3. Ada dimensi kemanusiaan yang kuat.

Ozan menekankan bahwa kekuatan karakter Dr. Hastry bukan kemampuan supranatural, melainkan empati. Dengan begitu, dokter forensik tidak digambarkan sekadar sebagai “orang yang membedah mayat”, tetapi sebagai seseorang yang memperjuangkan suara korban yang sudah tidak mampu berbicara.

4. Riset menjadi bagian penting dari produksi.
Masayu Anastasia bahkan mempelajari istilah kedokteran, prosedur autopsi, cara memegang instrumen, dan berkonsultasi dengan dokter forensik. Ini menunjukkan adanya usaha untuk menjaga kredibilitas dunia yang mereka tampilkan.

Kalau saya boleh memberikan pujian yang agak lebih tajam, saya akan mengatakan:
Ozan Ruz sedang mencoba membuat mayat menjadi “aktor” yang paling jujur dalam sebuah film.

Ia tidak bisa berbicara, tetapi tubuhnya menyimpan dialog. Ia tidak bisa membela diri, tetapi luka-lukanya menjadi kesaksian. Di situlah kekuatan paling menarik dari AUTOPSY.

So don’t miss it Kamis 3 September 2026 !

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button